Bulan Imunisasi Anak Sekolah, Mencegah Campak Lewat Imunisasi Adalah Hak Anak

Ketika diberikan kembali setahun berikutnya, yaitu saat anak duduk di kelas 3 SD, kekebalannya akan bertambah lama hingga 20 tahun kemudian. Penyakit Tetanus ini merupakan hal yang serius karena disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini banyak terdapat di tanah, lumpur dan kotoran hewan atau manusia.

Dengan imunisasi ini, maka para siswa sudah dibentengi dari ancaman penyakit tersebut. Selain imunisasi wajib di atas, menurut Center for Disease Control and Prevention terdapat beberapa imunisasi lainnya yang juga dianjurkan untuk anak usia sekolah dasar. Sebanyak 28.3% anak berusia 5-7 tahun masih terinfeksi campak meskipun sudah mendapat imunisasi campak sewaktu bayi. Kejadian ini membuat Ikatan Dokter Anak Indonesia memberikan rekomendasi ulang untuk memberikan imunisasi campak bagi anak ketika memasuki kelas satu sekolah dasar. Mungkin Mama sebelumnya sudah tahu jika imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk merangsang sistem kekebalan tubuh anak agar bisa meningkatkan imun atau membuatnya kebal dari suatu penyakit.

BIAS merupakan salah satu program pemerintah untuk memberikan imunisasi kepada anak-anak sekolah dasar yang diadakan 2 kali dalam setahun dan dilakukan secara serentak di seluruh kota di Indonesia. 1 kali Diberikan sebelum usia 12 bulan – Berikan vaksin 2 segera, dilanjutkan dengan vaksin three setelah 4 minggu. Diberikan saat usia 12 bulan atau lebih 4 minggu atau lebih Berikan vaksin 2 segera, dilanjutkan dengan vaksin three setelah 6 bulan.

Vaksin bagi anak sekolah

Imunisasi BIAS merupakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah yang diadakan dua kali dalam setahun. Program ini dilakukan secara bersamaan di seluruh kabupaten atau kota di Indonesia. BIAS dilakukan Slot Online Terpercaya untuk memberikan perlindungan pada anak usia sekolah dasar terhadap penyakit. Imunisasi yang diberikan kali ini adalah vaksin Tetanus Difteri , dengan sasaran anak usia kelas 1, 2 dan 5.

Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal zero, 1, 6 bulan atau zero,2,6 bulan . Terutama 18 bulan pertama dan persiapan waktu sekolah juga perlu dilengkapi. Anak yang mulai memasuki entry college atau sekolah dasar, imunisasi tetap dilakukan berulang untuk meningkatkan imunitas tubuhnya. Biasanya, dokter akan menyuntikkan vaksin difteri kepada anak-anak di bagian paha. Untuk remaja dan orang dewasa, vaksin akan disuntikkan di lengan atas.

Imunisasi Difteri Tetanus ini sangat penting karena penyakit difteri merupakan infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Selain itu, penyakit ini juga membentuk lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan yang membuat anak sulit makan dan bernapas. Kementerian Kesehatan RI yang dilansir dari dinkes.kotamobagukota.go.id, Presiden RI Joko Widodo, mengingatkan pentingnya pemberian imunisasi Measles Rubella untuk mencegah anak darai risiko cacat hingga kematian. Seiring bertambah usia, sistem kekebalan anak pun ikut meningkat, tetapi bukan tidak mungkin jika anak terserang infeksi penyakit lainnya di usia yang telah bertambah. Mari dukung pelaksanaan BIAS tahun 2020 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Tidak hanya virus campak saja, tetapi termasuk virus difteri dan tetanus yang dapat membahayakan bagi anak-anak di kemudian hari.

Pencegahannya dengan pemberian imunisasi Campak pada waktu bayi dan diulang kembali pada waktu kelas I SD untuk menambah kekebalan seumur hidup. Imunisasi dalah pemberian vaksin dengan tujuan agar mendapatkan perlindungan dari penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi . Mama harus tahu vaksin apa yang akan diberikan pada si kecil, apakah sesuai dengan usia dan jadwalnya.

Posty