Sekolah Tatap Muka Mulai Januari 2021, Ini Pro Dan Kontranya

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Juli 2021. Padahal hingga saat ini, dilansir dari laman instagram @pandemictalks, vaksinasi di Indonesia baru mencapai 0,4 persen dari total populasi penduduk Bandar Slot Online Indonesia. Sementara di negara lain yang intensitas vaksinasinya sudah lebih masif seperti Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Inggris Raya, hingga Turki masih mempertimbangkan rencana pembukaan sekolah tatap muka di negaranya. Budi mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi, maka pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan secara terbatas.

Pembatasan juga diberlakukan pada durasi pembelajaran di sekolah, yakni maksimal dua jam dalam sehari. “Tidak boleh lebih dari dua hari seminggu. Jadi seminggu hanya dua hari, boleh melakukan maksimal tatap muka,” ujar Budi. Bahkan Nadiem mengatakan sekolah juga dapat menggelar PTM sesuai dengan persyaratan yang ada meskipun masih ada tenaga kependidikan yang belum divaksinasi Covid-19. “Pertemuan dilakukan di tempat yang ditentukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” lanjutnya. Sekolah juga perlu mengatur jam masuk dan jam pulang, serta pengawasan agar tidak terjadi kerumunan siswa, baik saat berangkat sekolah maupun saat pulang sekolah.

Isu sekolah tatap muka Juli 2021

Rumah sakit akan penuh dan tenaga medis pun makin terkuras, bahkan dikhawatirkan akan kurang. Dengan kondisi demikian, perlu dipertimbangkan mengenai keputusan untuk sekolah tatap muka. Kemudian pertemuan dilakukan di tempat yang ditentukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kemudian, dia melanjutkan, orang tua/wali murid yang akan bertemu dengan anaknya dibatasi maksimal dua orang serta memperhatikan aturan agar tidak terjadi terjadi kerumunan. Pengamat pendidikan dari Universitas Sumatera Utara, Prof Dr M Arif Nasution, mengatakan pembelajaran tatap muka harus memperhatikan kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan semua sekolah wajib menawarkan opsi belajar tatap muka mulai Juli 2021. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan, sudah lama siswa tidak belajar tatap muka di sekolah.

Perguruan tinggi harus mendapatkan rekomendasi atau berkoordinasi dengan pemerintahkabupaten/kota setempat melalui satuan tugas penanganan Covid-19. Ataupun faktor ekonomi yang rentan dialami oleh keluarga kurang mampu, dimana masih banyak yang mengalami kendala untuk pemenuhan kuota ataupun fasilitas pendukung lainnya yang harus memadai seperti laptop atau handphone. Seperti diketahui bahwa perkuliahan daring tentu membutuhkan pengeluaran yang lebih besar. Pengeluaran yang dimaksud seperti untuk penggunaan kuota atau fasilitas pendukung lainnya. Walaupun sudah diberi kemudahan oleh pemerintah melalui Kemendikbud dalam hal bantuan kuota.

“Setelah pulang anak-anak tidak terkontrol. Makanya nanti pas masuk diberi penyuluhan untuk melakukan tindakan aman bagi dirinya untuk makin baik. Taat protokol di mana pun,” tandasnya. Serta juga terdapat kesulitan dalam mengerjakan tugas atau pekerjaan lain. Serta jika adanya kegiatan praktek yang mengharuskan untuk dilakukan berkelompok akan sulit dilakukan jika perkuliahan daring terus dilanjutkan dalam waktu yang lama. “Baru fifty two,76 persen sekolah yang merespon isi daftar periksa. Walaupun merespons, bukan berarti sudah menyediakan hal-hal yang diminta Kemendikbud terkait sarana dan prasarana,” kata Satriawan saat dihubungi terpisah. “Targetnya selesai semua sekolah sudah tatap muka di bulan Juli 2021 ini untuk tahun pelajaran yang baru, itu saja. Semua sekolah, sekarang, yang guru-gurunýa sudah dilakukan vaksin, untuk segera memenuhi checklist dan langsung menawarkan opsi tatap muka,” katanya.

Kajian terakhir atau keempat adalah cakupan imunisasi Covid-19 di Indonesia yang belum memenuhi target. Berdasarkan kajian ini, IDAI merekomendasikan sekolah tatap muka untuk tidak dulu dilaksanakan. JawaPos.com – Presiden Joko Widodo meninjau proses vaksinasi tahap kedua dari tenaga pendidikan, mulai para guru hingga para dosen. “KPAI juga mendorong pembelajaran tatap muka dapat digunakan untuk memberdayakan para guru Bimbingan dan Konseling melayani konseling anak-anak yang mengalami tekanan psikologis selama pandemi COVID-19,” ungkap Jasra. “Ternyata ada kenaikan. Memang pada tahun 2020 kami sudah menyerukan bahwa pemerintah daerah wajib untuk mendukung pembukaan sekolah ini dengan membantu anggaran,” ujar Retno.

Posty